Ari Eko Prasethio

Creator, speaker, founder

Blog

Broadcast WhatsApp Tanpa Save Nomor Pakai WA Web Plus

Cara kirim broadcast WhatsApp tanpa menyimpan nomor satu per satu dengan WA Web Plus: impor kontak, spintax, jeda kirim, dan risiko diblokir.

Daftar isi
  1. Fitur broadcast bawaan WhatsApp dan kelemahannya
  2. Mengenal WA Web Plus
  3. Langkah mengirim broadcast
  4. Risiko diblokir WhatsApp
  5. Paket WA Web Plus
  6. Yang bisa kamu praktikkan

WhatsApp adalah aplikasi chat nomor satu di Indonesia. Bayangkan kalau kamu bisa menghubungi pelanggan dan calon pelanggan yang sudah memberikan nomor WhatsApp-nya, lalu mengirim promosi atau informasi sekaligus. Di video ini saya tunjukkan caranya: broadcast WhatsApp tanpa harus menyimpan nomor penerima, memakai ekstensi Chrome bernama WA Web Plus.

Fitur broadcast bawaan WhatsApp dan kelemahannya

WhatsApp sebenarnya sudah punya fitur broadcast. Caranya begini:

  1. Simpan semua kontak yang mau dikirimi pesan, satu per satu.
  2. Buat list broadcast.
  3. Tambahkan kontak yang tadi disimpan ke list itu.
  4. Kirim pesan ke list broadcast.

Satu list punya batas maksimal 256 kontak. Cara ini punya beberapa kelemahan. Penerima yang tidak menyimpan nomor kita tidak akan menerima pesan. Jadi kalau kamu dapat konsumen dari jualan online tapi mereka tidak menyimpan kontakmu, pesanmu tidak sampai. Kita sebagai pengirim juga harus menyimpan semua kontak tujuan. Kalau list masih sedikit, ini masih mudah. Kalau jumlahnya lebih dari 256, prosesnya makin merepotkan.

Padahal promosi yang sudah kamu tulis untuk mendatangkan traffic dan penjualan percuma kalau tidak dibaca. Karena itu saya pakai program tambahan: WA Web Plus.

Mengenal WA Web Plus

WA Web Plus adalah ekstensi Chrome yang diunduh dari Chrome Web Store. Ia bisa dipakai di browser berbasis Chrome, seperti Chrome sendiri, Microsoft Edge, Brave, dan Opera. Setelah terpasang, ia muncul di bagian ekstensi. Kamu tinggal klik, dan tampilan WhatsApp Web akan punya ikon plus berwarna hijau.

Fiturnya banyak, tapi intinya ada tiga:

  • Kustomisasi WhatsApp Web, misalnya memberi label.
  • Menjaga privasi, misalnya menyembunyikan status online.
  • Alat bisnis, termasuk broadcast.

Pengaturan privasi

Di bagian privasi, kamu bisa mengaburkan (blur) kontak, foto, dan isi percakapan. Ini berguna ketika saya sedang merekam layar dan tidak mau chat atau nama kontak terbaca. Ada juga opsi menyembunyikan status sedang mengetik dan status online, jadi kita tidak terkesan mengabaikan orang yang chat padahal hanya sedang sibuk. Fitur lain adalah melihat pesan yang sudah dihapus pengirim.

Bagian privasi dan kustomisasi ini bisa dipakai gratis. Untuk fitur bisnis seperti broadcast, kamu perlu berlangganan.

Langkah mengirim broadcast

Di menu broadcast ada beberapa pilihan target kontak: dari kontak, dari label, atau dari list. Saya pakai opsi dari list, karena nomornya bisa langsung dimasukkan ke WhatsApp Web.

Ambil nomor dari grup yang kamu kenal

Sebelum impor, kita perlu mengekspor kontak. Ada beberapa pilihan, termasuk mengekspor seluruh contact list dan mengekspor kontak dari grup tertentu. Saya tidak menyarankan opsi contact list kecuali HP itu memang khusus untuk broadcast. Kalau HP pribadi, isinya bisa teman kuliah, dosen, atasan, sampai orang tua. Saya sendiri memilih ekspor kontak dari grup tertentu.

Hasil ekspor saya buka di Excel, lalu nomornya saya salin. Dalam contoh ini saya ambil enam nomor. Kembali ke menu broadcast, saya klik impor dari list lalu tempel nomornya. Ada opsi verifikasi apakah nomor itu aktif di WhatsApp. Kalau kamu cukup yakin semua nomornya aktif, opsi itu bisa dimatikan karena verifikasi menambah waktu. Setelah selesai, jumlah kontak yang masuk muncul, dalam contoh saya enam.

Tulis pesan

Di bagian pesan, kamu bisa memilih teks, link, video, atau file. Yang paling normal adalah teks. Gambar dan teks juga bisa dikirim bersamaan.

Personalisasi dengan spintax

Spintax membuat pesan terasa berbeda-beda di tiap pengiriman. Formatnya: kurung kurawal buka, kata-kata pilihan dipisah garis tegak, lalu kurung kurawal tutup. Misalnya di depan kata “selamat pagi” kamu beri pilihan lain seperti “Good morning”. Saat mengirim, program memilih salah satu kata di dalam kurung kurawal, tidak mengirim semuanya.

Fungsinya agar pesan lebih unik di setiap pengiriman. Kalau pesan yang sama persis dikirim ke banyak orang, risikonya akun kena banned. Tips terakhir: kamu juga bisa menyisipkan simbol atau emoji, misalnya wajah tersenyum atau bunga, dan memvariasikannya dengan cara yang sama.

Atur jeda pengiriman

Sebelum mulai, pastikan tiga hal: pesan sudah dipilih, kontak sudah dimasukkan, dan jeda antar pengiriman sudah diatur. Jeda bawaannya 10 sampai 30 detik. Saran saya, kalau baru pertama pakai, jangan diubah. Kalau kamu sudah kenal sekali dengan penerimanya dan kecil kemungkinan mereka melaporkan, jeda boleh dipersingkat. Tapi kalau jeda terlalu singkat, pengiriman sangat cepat dan banyak penerima yang bisa melaporkan, sehingga akun rawan di-banned atau diblokir WhatsApp.

Setelah itu klik start. Akan muncul disclaimer, dan setelah disetujui program mulai mengirim. Dalam contoh saya, pesan terkirim dalam hitungan detik.

Risiko diblokir WhatsApp

Ini bagian yang paling penting. Pesan spam tidak diperkenankan oleh WhatsApp dan bisa membuat akun kita diblokir. Menurut saya, kontak yang kamu broadcast harus orang yang sudah kenal, misalnya anggota grup yang kamu kelola atau teman alumni. Jangan ambil nomor sembarangan dari internet, karena orang yang tidak pernah mengobrol dengan kita wajar kalau melaporkan.

Fitur ini tidak diperuntukkan untuk spam. Ia cocok untuk menyapa dan mengirim pesan ke keluarga, teman, atau orang yang kita kenal. Kalau akun kena blokir karena spam, itu kesalahan penggunanya sendiri.

Paket WA Web Plus

WA Web Plus punya dua jenis paket: gratis dan berbayar. Paket gratis cukup untuk fitur privasi dan kustomisasi. Fitur bisnis seperti broadcast butuh paket berbayar. Harga paket pertama sekitar 12 dollar per bulan. Kalau kamu hanya butuh broadcast, paket starter itu sudah cukup. Paket di atasnya ada, dan kamu bisa memilih sesuai kebutuhan. Link pembelian ada di deskripsi video.

Yang bisa kamu praktikkan

  • Impor nomor dari grup atau kontak yang memang sudah mengenalmu, bukan dari internet.
  • Pakai HP khusus untuk komunikasi dengan konsumen kalau mau mengekspor seluruh contact list.
  • Pakai spintax supaya pesan tidak identik di setiap pengiriman.
  • Biarkan jeda 10 sampai 30 detik kalau kamu baru mulai.
  • Kirim ke sedikit kontak dulu sebagai tes sebelum memasukkan daftar besar.
  • Mulai dari paket gratis untuk fitur privasi, lalu berlangganan hanya kalau kamu memang butuh broadcast.
  1. Jualan laku belum tentu untung: hitung modal dan pakai catatan

    Skit ngopi tentang penjual jamu yang botolnya habis tapi tidak tahu untung atau rugi, dan cara sederhana menghitungnya dari catatan penjualan dengan bantuan AI.

  2. Review Grupy.chat: Ringkas Ratusan Pesan Grup WhatsApp Jadi Action Plan

    Review singkat Grupy.chat, SaaS baru yang meringkas grup WhatsApp jadi poin penting dan action plan, plus export nomor anggota ke CSV dan paket gratis.

  3. Cara Membuat Google Bisnisku (Google Business Profile) dari Awal sampai Disetujui

    Tutorial membuat Google Profil Bisnis gratis: buat akun Google, pilih jenis dan kategori bisnis, isi alamat, verifikasi, lalu lengkapi foto dan info.